Media CenterKU - Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara, melalui Sekretaris daerah Romi Wijaya mengapresiasi kegiatan Tumpahan Salok ke-3 yang digelar oleh Ikatan Keluarga Pantai Utara dan Selatan.
Romi Wijaya juga berharap bagi masyarakat Sambas yang ada di Kayong Utara agar selalu rukun, aman dan damai sehingga mampu bersama-sama membangun Kayong Utara, Karena Kayong Utara ini Milik Kita Bersama.
"Kami yang pastinya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Ikatan Keluarga Pantai Utara dan Selatan, yang telah mensukseskan kegiatan Tumpahan Salok ke-3 tahun 2024, kami juga berpesan kepada semua masyarakat keluarga Sambas tetap rukun, damai, aman agar dapat berkontribusi untuk membangun Kayong Utara," kata Sekda Romi Wijaya.
Mengenal Budaya Melayu Sambas "Tumpahan Salok" yang digelar kemarin Minggu, 14 Juli 2024, di Aula Istana Rakyat Sukadana (Pendopo Bupati) oleh sejumlah masyarakat Kayong Utara, asal Sambas yang menetap di Kayong Utara. Sukadana Senin 15 Juli 2024.
Menurut Decky selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan Tumpahan Salok tersebut dinilai cukup ramai bahkan ada ratusan masyarakat yang hadir pada acara kebudayaan tersebut.
Selain itu, dirinya menuturkan bahwa kalau melihat dari kegiatan kebudayaan tumpahan salok tersebut, berharap dapat terjalinnya persaudaraan antar sesama masyarakat sambas yang merantau dan menetap di Kayong Utara.
"Kalau kita melihat tadi kegiatan (tumpahan salok) itu ada ratusan orang yang hadir, dan saya berharap tentunya dengan adanya kegiatan ini masyarakat Sambas yang ada di Kayong Utara dpaat saling mengenal satu sama lainnya, kemudian juga budaya Sambas (tumpahan salok) dapat kita jalankan meski berada di tanag perantauan (Kayong Utara)," kata Decky.
Dikesempatan yang sama, Raja Kesultanan Sambas Pangeran Ratu Raden Muhammad Tarhan yang juga hadir pada kegiatan kebudayaan Tumpahan Salok yang ke-3 digelarnya di Kayong Utara itu. Mengatakan hal senada bahwa kegiatan kebudayaan Tumpahan Salok merupakan moment dimana masyarakat Kayong Utara asal Sambas yang merantau tersebut saling melepas rindu dan mengenal satu sama lainnya.
"Saya cukup salut (kagum) dengan orang Sambas yang ada di Kayong Utara saat ini untuk berkumpul dan melaksanakan adat (tumpahan salok) seperti makan besaprahan, Musik Tanjidor,lagu-lagu Sambas. jadi kegiatan ini merupakan momen silaturahmi dan mengenal antara sesama masyarakat Sambas," pungkas Raja Kesultanan Sambas tersebut. (Ink/B)





Komentar
Tuliskan Komentar Anda!