Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kayong Utara Soroti Kerentanan Mental Perempuan

Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kayong Utara Soroti Kerentanan Mental Perempuan

Media CenterKU– Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana menggelar talkshow kesehatan mental perempuan dengan tema “Membangun Ketahanan Mental Perempuan Masa Kini”. Acara yang dihadiri oleh berbagai organisasi wanita ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, dr. Maria Fransisca, yang menekankan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, dr. Maria Fransisca menggarisbawahi relevansi tema tersebut dengan kondisi sosial saat ini. Perempuan, dengan peran vitalnya sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat, seringkali menghadapi beban ganda antara tanggung jawab domestik dan publik. 

“Di tengah tuntutan modernitas, tekanan ini semakin bertambah dengan ekspektasi sosial yang tinggi dan perubahan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Disebutkan bahwa tantangan ini memiliki karakteristik khusus di Kayong Utara. Sebagian besar wilayahnya yang merupakan pesisir dan pedesaan menuntut kontribusi ekonomi perempuan di luar urusan rumah tangga. Banyak perempuan membantu suami mencari nafkah di sektor perikanan, pertanian, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sayangnya, beban berat ini kerap tidak diimbangi dengan dukungan psikososial yang memadai.

Keprihatinan ini diperkuat oleh data yang membeberkan fakta mencengangkan. Dari 210 orang dengan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) berat di Kayong Utara pada tahun 2025, 88 orang di antaranya adalah perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa 44% gangguan kesehatan mental berat justru diderita oleh perempuan. Data global juga menyebutkan sekitar satu dari tiga perempuan pernah mengalami gangguan mental dalam hidupnya.

dr. Fransisca memaparkan, faktor-faktor seperti ketidaksetaraan gender, kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi di tempat kerja, dan beban peran ganda menjadi kontributor utama masalah ini. Selain itu, stigma negatif terhadap kesehatan mental masih menjadi hambatan besar di masyarakat. 

“Banyak perempuan enggan mencari bantuan profesional karena takut dianggap ‘gila’ atau dilecehkan. Padahal, gangguan mental sama dengan penyakit fisik yang memerlukan penanganan medis tepat,” tegasnya. (21/10/2025)

Pada penutup sambutannya, dr. Fransisca menyerukan momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini dijadikan titik awal untuk memperkuat gerakan kesehatan mental perempuan di Kayong Utara. Ia meyakini bahwa kesehatan mental perempuan yang kuat akan menciptakan keluarga yang sehat, masyarakat yang produktif, dan generasi penerus yang berkualitas. Hal ini, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi semua pihak dan dukungan masyarakat yang luas.

Talkshow yang menghadirkan narasumber ahli, dr. Andi Desi Ulfiani, M.Med.Sc., Sp.KJ, ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret dan langkah nyata untuk membangun ketahanan mental perempuan masa kini. Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berkomitmen menciptakan lingkungan yang peduli kesehatan jiwa, dimana setiap perempuan dapat berkembang optimal tanpa terhambat oleh masalah kesehatan mental. (Diskominfo)

INSTAGRAM FEED