Media CenterKU – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mendorong pengembangan sektor peternakan sebagai upaya mendukung pengendalian inflasi dan memperkuat program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengembangan budidaya ayam petelur berbasis kelompok di beberapa desa.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Ludi Nurmala, menjelaskan bahwa potensi usaha ayam petelur di Kayong Utara sangat menjanjikan karena tingginya permintaan pasar lokal terhadap telur konsumsi.
“Telur merupakan salah satu produk pangan asal hewan yang murah, berprotein tinggi, dan diminati semua kalangan. Namun, ketersediaan telur lokal saat ini belum mencukupi, sehingga pasokan masih banyak didatangkan dari luar daerah dan berdampak pada tingginya harga serta inflasi,” jelasnya.(31/10/2025)
Program pengembangan ayam petelur ini telah dijalankan sejak tahun 2023 dan 2024 melalui pendanaan APBD Kabupaten Kayong Utara, dengan model usaha berbasis kelompok atau komersial. Sementara pada tahun 2025, tidak ada alokasi anggaran dari APBD II karena efisiensi, namun Kabupaten Kayong Utara mendapatkan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi, berupa ayam petelur (pullet) yang disalurkan ke dua kelompok ternak, yaitu 200 ekor untuk kelompok Agro Sejahtera di Desa Sejahtera, dan 300 ekor untuk kelompok Karya Sehat di Desa Harapan Mulya.
Ludi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi menjadi bentuk dukungan nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“Sinergi ini bertujuan membantu kelompok ternak meningkatkan perekonomian kerakyatan melalui sektor peternakan sekaligus memperkuat ketersediaan telur lokal agar Kayong Utara ke depan dapat berswasembada telur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Dengan bertambahnya populasi ayam petelur di Kayong Utara, kami optimistis kebutuhan telur masyarakat dapat terpenuhi, sehingga tidak lagi tergantung dari luar daerah. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pengendalian inflasi, penurunan stunting, dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambah Ludi. (Diskominfo)





Komentar
Tuliskan Komentar Anda!