Media CenterKU-Pemerintah Kabupaten Kayong Utara turut ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Padi Serentak yang dilaksanakan secara nasional, Senin (7/4/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Pertanian Republik Indonesia Nomor B-1527/HM/020/A/04/2025 sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen raya padi serentak ini dipusatkan di Provinsi Jawa Barat dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari lokasi panen di Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, bersama para petani dan jajaran Pemerintah Daerah.
Dalam pelaksanaan di Kayong Utara, panen dilakukan di lokasi BP Prajurit Pangan Milenial dengan luas lahan mencapai 200 hektare. Dengan indeks pertanaman 100 dan produktivitas rata-rata 3 ton per hektare, panen tahun ini menghasilkan total produksi sekitar 600 ton. Proses panen didukung oleh penggunaan alat mesin pertanian modern, salah satunya combine harvester.
Bupati Romi Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap program nasional di sektor pangan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di Kayong Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Anggota DPD RI Daud Yordan, Ketua DPRD Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BULOG Ketapang, Kadis Pertanian dan Pangan, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kedis PUPR, Camat, Kepala Desa, kelompok tani, serta penyuluh pertanian lapangan. Acara diisi dengan panen simbolis, peninjauan lahan, dan dialog antara pimpinan daerah dengan petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispangan) Kabupaten Kayong Utara, Maluru Nursalam, menjelaskan bahwa selain menjadi bagian dari agenda nasional, kegiatan ini juga menjadi evaluasi awal atas capaian tanam dan panen tahun 2025. Target luas tanam tahun ini sebesar 11.546 hektare, dengan realisasi pada triwulan pertama mencapai lebih dari 1.800 hektare.
Capaian panen juga menunjukkan tren positif. Perkiraan luas panen untuk Januari hingga April 2025 mencapai 4.421 hektare, dengan puncak panen terjadi pada Maret dan April. Kecamatan Pulau Maya tercatat sebagai wilayah dengan capaian panen tertinggi pada April, yakni mencapai 977,5 hektare.
Untuk mendukung produktivitas pertanian, Pemerintah Daerah telah menetapkan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui Peraturan Bupati Kayong Utara Nomor 49 Tahun 2022. Penetapan LP2B ini menjadi fondasi penting dalam menjaga agar lahan pertanian tidak beralih fungsi di masa mendatang.
Berdasarkan data tahun 2024, total produksi padi di Kabupaten Kayong Utara mencapai 37.320 ton dengan rata-rata produktivitas 34,25 kwintal per hektare. Kecamatan Sukadana menjadi penyumbang produksi terbesar, sedangkan Kecamatan Simpang Hilir memiliki potensi yang terus dikembangkan melalui kegiatan intensifikasi dan mekanisasi pertanian.
Bupati Romi menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk keterlibatan aktif petani muda, menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat gotong royong dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Kayong Utara menunjukkan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung program nasional sekaligus mengangkat potensi pertanian lokal agar lebih produktif dan berdaya saing. Pemerintah Daerah juga akan terus memperkuat akses bantuan, pelatihan, serta infrastruktur pertanian yang merata di seluruh kecamatan. (Diskominfo)





Komentar
Tuliskan Komentar Anda!