DKP Kayong Utara Salurkan Ikan Segar untuk Keluarga Berisiko Stunting di Desa Penjalaan

DKP Kayong Utara Salurkan Ikan Segar untuk Keluarga Berisiko Stunting di Desa Penjalaan

Media CenterKU — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kayong Utara kembali melaksanakan kegiatan “Pemberian Ikan Konsumsi Kepada Keluarga yang Berisiko Stunting” yang kali ini dipusatkan di Kantor Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, pada Senin, 02 Desember 2025. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri 40 peserta yang terdiri dari para ibu, balita, kader desa, dan perangkat pemerintahan setempat.

Suasana berlangsung ramai namun tetap tertib. Para staf desa dan kader terlihat aktif mengatur jalannya kegiatan, membantu membagikan ikan segar kepada keluarga penerima serta memberikan arahan terkait pemanfaatannya.

Kepala Desa Penjalaan, Selamet Riady, menyampaikan apresiasi kepada DKP atas perhatian yang diberikan kepada warganya. Ia menegaskan bahwa persoalan stunting menjadi tanggung jawab bersama dan perlu ditangani melalui peningkatan asupan gizi keluarga, khususnya balita.

“Program pemberian ikan ini kami dukung penuh karena stunting adalah masalah bersama. Terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan yang telah memberi bantuan ikan segar kepada desa kami. Mudah-mudahan tahun depan Penjalaan kembali mendapat kesempatan yang sama. Kami berharap keluarga penerima bisa memanfaatkan ikan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan gizi anak dan mengurangi risiko stunting di desa kami,” ujar Selamet.

Sementara itu, dari pihak DKP, Kabid Perikanan Tangkap, Neis Zulika, menegaskan bahwa ikan merupakan pangan bernutrisi yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong keluarga lebih rutin mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani.

“Ikan adalah sumber protein hewani yang mudah diperoleh, harganya terjangkau, dan kandungan nutrisinya sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa membantu keluarga berisiko stunting di Desa Penjalaan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan,” jelas Neis.

Program pembagian ikan konsumsi ini diharapkan dapat menjadi upaya nyata dalam mendorong perbaikan gizi keluarga, sekaligus memperkuat komitmen desa dalam menurunkan angka stunting. Dengan partisipasi aktif masyarakat, kegiatan berjalan lancar hingga selesai. (Diskominfo)

INSTAGRAM FEED