Media CenterKU - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kayong Utara bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Kayong Utara melaksanakan acara Syukuran Hari Transmigrasi Nasional Ke-75 pada Jum'at, 12 Desember 2025.
Kegiatan tersebut bertempat di Disnakertrans Kayong Utara dan dihadiri langsung Kepala Disnakertrans, Azhari dan Ketua PATRI Kabupaten Kayong Utara, Iwan Dwi Purnomo yang juga sebagai Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Kayong Utara.
Dalam sambutannya, Azhari menyampaikan syukuran tersebut dilaksanakan dengan sederhana namun tidak mengurangi nilai acara.
"Jangan kita takut dengan jumlah penduduk yang banyak, dengan meningkatkan kualitas SDM yang ada," katanya.
Azhari juga menyampaikan jika transmigrasi yang masuk di Kabupaten Kayong Utara diharapkan dapat menumbuhkan potensi baru.
"Transmigrasi saya ingat sekali, misalnya di kampung Bali sedahan karena ada gunung agung meletus, kemudian di seponti sudah masuk dari 70-an awal," tambahnya.
Selain itu, dirinya menyampaikan jika ditengah kondisi efisiensi, Disnakertrans tetap memperjuangkan hal-hal fundamental bagi masyarakat.
"Kami ditengah efisiensi pada 2026, kami tetap berjuang untuk perbaikan fasilitas umum di kawasan transmigrasi," tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan PATRI Kayong Utara, Abdul Khoir Triwibowo menuturkan perjalanan transmigrasi mulai tahun 1975 yang terus berjalan hingga kini.
"Sudah 75 tahun transmigrasi ada di Indonesia. Kemudian kami di Kayong Utara sempat ikut ikhtiar membangun PATRI sebagai wadah anak transmigrasi yang kami harapkan semoga dapat memberikan kontribusi untuk Kayong Utara," tuturnya.
Abdul Khoir juga menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah yang telah memberikan fasilitas transmigrasi bagi masyarakat.
"Dengan adanya transmigrasi, kami berterimakasih. Dengan transmigrasi insyaallah pertumbuhan penduduk semakin cepat," katanya.
Dirinya juga berharap tidak ada lagi pembeda antara warga lokal dan warga transmigrasi demi kemajuan Kayong Utara.
"Kami anak transmigrasi jangan di anak tirikan, kami anak-anak warga trans berharap kami bisa tidak ada lagi perbedaan dengan warga lokal," pungkasnya. (Diskominfo)





Komentar
Tuliskan Komentar Anda!