Dinas Pertanian dan ASRI Latih Peternak Manfaatkan Limbah Jadi Pakan Ternak Berkualitas

Dinas Pertanian dan ASRI Latih Peternak Manfaatkan Limbah Jadi Pakan Ternak Berkualitas

Media CenterKU - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pertanian dan Pangan bekerja sama dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) menggelar Bimbingan Teknis Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Hasil Pertanian dengan metode fermentasi dan pembuatan pakan konsentrat berbasis bahan lokal. Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Alam Sehat Lestari, Sukadana, Rabu, 19 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta yang seluruhnya merupakan peternak perempuan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan, drh. Ludi Nurmala, MP, menjelaskan bahwa potensi usaha peternakan di Kayong Utara sangat besar, khususnya ternak kambing. Menurutnya, keberhasilan peternak tidak hanya ditentukan oleh modal dan sarana, tetapi terutama oleh kemampuan mengelola lima aspek utama peternakan: manajemen perkandangan, perbibitan, pemeliharaan, pakan, dan kesehatan.

“Manajemen pakan adalah kunci keberhasilan produksi. Pakan menyumbang hingga 70–85 persen dari total biaya pemeliharaan, sehingga pemahaman tentang kualitas dan kuantitas pakan sangat menentukan produktivitas,” ujar Ludi.

Ia menilai bahwa saat ini banyak peternak masih minim pengetahuan tentang pengolahan pakan yang tepat. Karena itu, bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber pakan berkualitas tinggi melalui metode fermentasi, sekaligus memperkenalkan pembuatan pakan konsentrat bernutrisi tinggi.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu penyampaian teori dan praktik langsung di lapangan. Peserta dilatih mengolah berbagai bahan lokal menjadi pakan fermentasi yang tahan lama, bergizi tinggi, serta ekonomis.

“Kami ingin peternak mampu mengadopsi inovasi pakan ini. Selain meningkatkan nutrisi dan masa simpan, fermentasi juga memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun dan memanfaatkan limbah pertanian agar tidak terbuang sia-sia,” jelasnya.

Ludi berharap kegiatan ini menjadi langkah awal perubahan pola usaha peternakan di Kayong Utara.

“Jika inovasi ini diterapkan secara berkelanjutan, produktivitas ternak akan meningkat dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini juga mendorong penerapan sistem pertanian terintegrasi, di mana limbah tanaman dapat diolah menjadi pakan, sehingga memberi nilai tambah bagi petani dan peternak di Kayong Utara. (Diskominfo)

INSTAGRAM FEED