Apel Pagi hingga Diskusi Strategis: Hari Ketiga Magelang Retreat 2025 Penuh Kegiatan Bermakna

Apel Pagi hingga Diskusi Strategis: Hari Ketiga Magelang Retreat 2025 Penuh Kegiatan Bermakna

Media CenterKU - Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, melanjutkan agenda Magelang Retreat 2025 pada hari ketiga dengan serangkaian kegiatan bermakna yang memperkuat wawasan kepemimpinan serta sinergi antar kepala daerah. Kegiatan yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, ini diikuti oleh para Kepala Daerah (KDH) dari Sabang hingga Merauke.

Hari ketiga, Minggu, 23 Februari 2025, dimulai sejak pagi dengan sarapan di tenda masing-masing pada pukul 05.00 hingga 05.50 WIB. Seluruh peserta mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam sebelum berkumpul di lapangan depan Ruang Sudirman untuk mengikuti apel pagi pada pukul 06.00 WIB.

Setelah apel, para peserta melaksanakan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Peserta beragama Islam menunaikan ibadah di Masjid depan Ruang Sudirman, peserta Kristen di Gereja POUK Akmil, peserta Katolik di Gereja Santo Mikael Perum Panca Arga, peserta Hindu di Pura lingkungan Akmil, serta peserta Buddha dan Konghucu di Klenteng Liong Hok Bio, Magelang. Sesi ibadah berlangsung hingga pukul 10.00 WIB.

Memasuki sesi diskusi strategis, peserta mengikuti paparan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang membahas berbagai isu kepemimpinan dan ketahanan nasional. Paparan ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB sebelum peserta menjalani sesi istirahat, shalat, dan makan siang (ISHOMA) di Ruang KS Tubun dan Ruang Nasution.

Pada siang hingga sore hari, pukul 13.00 hingga 18.00 WIB, sesi paparan dari Lemhannas dilanjutkan dengan pembahasan lebih mendalam mengenai kebijakan strategis daerah. Setelah itu, peserta menikmati waktu ISHOMA pada pukul 18.00 hingga 19.00 WIB.

Agenda malam diawali dengan paparan dari Menteri Keuangan pada pukul 19.00 hingga 20.30 WIB di Ruang Sudirman, yang membahas strategi fiskal daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kemudian, sesi pre-test serta Building Learning Commitment (BLC) menjadi bagian evaluasi dan penguatan materi yang telah diterima sebelumnya.

Hari ketiga Magelang Retreat 2025 ditutup pada pukul 21.30 WIB dengan waktu istirahat bagi seluruh peserta. Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan kami sebagai kepala daerah, tetapi juga memperkuat kolaborasi untuk membangun daerah masing-masing lebih maju dan berdaya saing,” ujar Romi Wijaya.

Romi Wijaya juga berbagi pengalaman menariknya selama mengikuti Magelang Retreat. Ia mengungkapkan bahwa momen-momen seperti apel pagi, diskusi kebijakan, hingga sesi ibadah bersama kepala daerah lainnya memberikan perspektif baru dalam memimpin dan mengelola pemerintahan.

“Saya merasakan bagaimana kebersamaan dalam kegiatan ini semakin memperkuat semangat kami sebagai kepala daerah. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil, baik dari sisi kepemimpinan maupun strategi pembangunan daerah,” tambahnya.

Magelang Retreat 2025 menjadi forum strategis dalam membangun kepemimpinan yang tangguh, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah ke depan.

INSTAGRAM FEED