Sejumlah Pedagang dan Pembeli Keluhkan Harga Sembako Masih Meroket

Sejumlah Pedagang dan Pembeli Keluhkan Harga Sembako Masih Meroket

Media CenterKU - Hari ke 4 di Bulan Ramadhan saat, sejumlah pedagang mengeluhkan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Pasaran yang terus merangkak naik. 

Salah satunya diungkapkan Turmuzi pedagang sembako di Pasar Simpang 4, Pangkalan Buton, Sukadana, Jumat 15 Maret 2024.

Diungkapkan Turmuzi, khawatirnya bila harga terus merangkak naik maka akan sepi minat pembeli. Pedagang sembako di Pasar Simpang Empat ini mengatakan ada beberapa komoditas pangan yang dijualnya mengalami kenaikan harga dari distributor. Sehingga dirinya mengaku mau tidak mau dia juga terpaksa menaikkan harga agar tidak merugi.

"Minyak goreng  misalnya. Sebelum masuk bulan puasa, harga per liter Minyak goreng 20 Rupiah. Namun sejak hari kemarin dia menjual minyak tersebut menjadi 22 ribu rupiah," ungkap Turmuzi saat ditemui di tempatnya berjualan. 

Ditambahkannya, untuk beras sebelum puasa kemarin sudah naik, sampai sekarang harganya sama, 15 ribu rupiah hingga 16 ribu rupiah, tergantung kualitasnya. Demikian juga dengan Gula Pasir, dari 18 ribu naik menjadi 19 ribu per kilonya. 

"Kenaikan yang luar biasa terjadi di komoditas Cabe, yang biasanya per ons 10 ribu, sekarang menjadi 15 ribu per onsnya," katanya lagi. 

Sedangkan untuk telur kualitas biasa, sambungnya, dijual dengan harga 2.500 rupiah per bijinya, yang mana sebelum Ramadhan hanya 2.000 rupiah per butir. 

Selain itu, disebutkan Turmuzi pula harga sayur-sayuran rata-rata naik antar Seribu hingga Dua Ribu Rupiah. 

"Yang sampai saat ini stabil Daging Sapi 160 ribu per kilogram. Dan Ayam potong mengalami penurunan menjadi 45 ribu, yang sebelum ramadhan dijual dengan harga 50 ribu per kilo," imbuhnya. 

Sementara itu, Fitriani, salah seorang pembeli yang berbincang dengan koran ini mengaku kaget dengan kenaikan harga ini. Biasanya dia berbelanja untuk diolah sebagai panganan yang nantinya dia jual di warung.

"Pada hari pertama puasa, saya masih belum buka warung, karena mao ngecek harga sembako. Ternyata pada naik. Ya... nanti terpaksa kalau (harga) naik terus, harga jualnya saya naikkan, atau porsinya saya kurangi," tutur Fitriani wanita yang juga keluhkan harga sembako naik. (Ink/B)

INSTAGRAM FEED