Bupati Ingin Kayong Utara Jadi Tempat Peradaban Islam

Bupati Ingin Kayong Utara Jadi Tempat Peradaban Islam

Kayong Utara - Bupati Kayong Utara, Citra Duani menginginkan kedepan agar Kabupaten Kayong Utara menjadi sebagai Kabupaten penganut peradaban islam yang kuat di Kalimantan Barat, karena Melihat dari historinya, pada zaman kerajaan dahulu, Kabupaten Kayong Utara adalah daerah yang pertama kali berdirinya islam di Kalimantan Barat, yaitu Kerajaan di Matan(Tanjung Pura).

"Kedepan saya berharap, Kayong Utara menjadi Kabupaten yang menganut peradaban islam di Kalimantan Barat, karena di Kayong Utara ini sebanyak 90 persen penduduknya menganut agama islam sehingga dengan demikian tidak hanya orang Kayong Utara saja yang belajar ilmu agama akan tetapi orang-orang luar pun akan berdatangan ke Kayong Utara untuk menuntut ilmu agama" katanya saat menghadiri wisuda Santri Tahfidz Al-Qur’an TPA/TPQ dan RA/TK dalam rangka milad ke-8 Pondok Pesantran Tahfidz Baitul Qur’an, dan kegiatan wisuda 82 santri, di Istana Rakyat (Pendopo Bupati), Sabtu (4/5).

Bupati menyampaikan ucapan selamat dan bangga kepada 82 orang Santri Pondok Pesantren Baitul Qur’an. Dari 82 santri tersebut terdiri dari 56 orang Wisuda Tahfidz Al-Qur’an, dan 26 orang Wisuda TPQ/TPA.

Bupati Citra menambahkan, karena mereka yang diwisuda ini adalah para penghafal Al-Qur’an yang terdiri dari 15 juz, 10 juz dan 5 juz ini, membuktikan bahwa anak-anak Kayong Utara sudah mampu bersaing dengan daerah lain dalam bidang agama salah satu contohnya adalah dibidang penghafal Al-Qur’an" ujarnya.

Citra Duani berharap agar kedepan di Kayong Utara lebih banyak lagi para penghafal Al-Qur’an sehingga bisa melahirkan para generasi penerus yang akan memimpin negeri ini dengan benteng keimanan yang kuat.

“ Karena Kabupaten Kayong Utara ini adalah mayoritas beragama islam, maka saya berharap agar kedepan lebih banyak lagi para penghafal Al-Qur’an yang berasal dari Kayong Utara, karena ditangan para generasi penerus inilah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini mereka sudah dibentengi keimanan yang kuat sehingga bisa menjadi pemimpin yang amanah" harapnya.

Sebagai salah satu ungkapan rasa bangga serta empatinya kepada santri penghafal Al-Qur’an yang diwisuda, Bupati memberikan santunan berupa uang sebesar Satu Juta Rupiah untuk satu orang santri penghafal Al-Qur’an 15 juz dan masing-masing Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah untuk empat orang santri penghafal Al-Qur’an 10 juz.

Mckab kayong utara/japri/zall/norita

BAGIKAN KE

Komentar