Bupati Minta OPD Maksimalkan Serapan Dana DAK

Bupati Minta OPD Maksimalkan Serapan Dana DAK

Kayong Utara, InfoPublik - Bupati Kayong Utara Citra Duani minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maksimalkan upaya agar Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat terserap dengan baik dan tepat sasaran.

Hal itu dikemukakan dalam Rapat Koordinasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa Tahun 2019, di Istana Rakyat (Pendopo Bupati Kayong Utara), Selasa (18/6).

Terkait percepatan penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) , Bupati Kayong Utara mengakui memang saat ini terjadi keterlambatan, namun ini karena adanya permasalahan sistem dan aturan-aturan baru.

Namun saat ini pengumuman lelang Paket Pekerjaan telah dilakukan, dan ia berharap sebelum batas waktu yang di tentukan atau di bulan Juni nanti, sudah dilakukan pekerjaan Proyek-Proyek tersebut.

“Kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bekerja keras dan terus mendorong, memantau, dan melakukan monitoring dalam rangka melaksanakan penyerapan dana DAK ini," ujar bupati.

Selain itu, Bupati juga menegaskan Dana Alokasi Umum (DAU), juga dapat ikut terserap dengan maksimal, karena di akhir Bulan Juni ini, seluruh pengadaan yang bersifat Barang dan Jasa harus segera terselesaikan.

"Disamping dana DAK, dana DAU juga harus dilakukan bersamaan, karena pengadaan barang dan jasa yang sifatnya Pengadaan Langsung(PL) musti diselesaikan akhir bulan ini,” tegas Citra.

Bupati juga mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kayong Utara agar tidak melakukan intrik-intrik bersama kontraktor yang berhubungan dengan lelang proyek, karena jika didapati Bupati ada upaya intrik-intrik tersebut, maka yang bersangkutan akan di tindak tegas.

Untuk meningkatkan kualitas pekerjaan fisik serta menjaga netralitas dalam pelaksanaan lelang paket pekerjaan yang ada di Kayong Utara ini.

"Saya mengingatkan kepada ASN agar tidak melakukan intrik-intrik dengan para kontraktor dalam hal lelang proyek, apabila hal ini dilakukan maka akan saya tindak tegas dan diberikan sanksi untuk para ASN yang melakukan hal tersebut," katanya. (Mc kab kayong utara/ zall/ agung/toeb)

BAGIKAN KE

Komentar